AGENDA KEGIATAN
DEWAN PERWAKILAN DAERAH REPUBLIK INDONESIA
16 September 2025 oleh bali
Banjir yang melanda Desa Angantelu, Kecamatan Manggis, Karangasem, pada 9–10 September 2025 masih menyisakan genangan hingga beberapa hari kemudian. Kondisi ini mendorong perhatian berbagai pihak, salah satunya Anggota DPD RI Dapil Bali, I Komang Merta Jiwa.
Dalam kunjungannya, Merta Jiwa mengapresiasi langkah cepat Anggota DPR RI Dapil Bali, I Nyoman Parta, yang telah turun langsung membantu korban banjir. Namun, ia menegaskan bahwa penanganan bencana tidak boleh berhenti pada bantuan darurat semata, melainkan harus difokuskan pada solusi jangka panjang, khususnya melalui penataan daerah aliran sungai.
“Dalam menyikapi situasi ini, jangan sampai kita saling menyalahkan. Yang terpenting adalah bagaimana pemerintah benar-benar fokus menata sungai. Sungai harus kita perlakukan bukan hanya sebagai alur air, tetapi juga sebagai pusat irigasi, pusat kebudayaan, dan pusat perekonomian,” ujar Merta Jiwa, Minggu (14/9/2025).
Merta Jiwa menjelaskan, pengalamannya melihat penataan sungai di Eropa Barat dan Eropa Timur memberi pelajaran berharga. Di negara-negara tersebut, sungai dijadikan pusat kehidupan masyarakat, bukan hanya untuk pengendalian banjir, tetapi juga untuk menggerakkan ekonomi.
“Bali sejak lama punya konsep subak yang luar biasa. Leluhur kita sudah menata sungai dengan nilai-nilai sakral, sebagai kawasan suci sekaligus sumber penghidupan. Konsep inilah yang harus kita perkuat dengan pendekatan Tri Hita Karana, sehingga sungai bisa berfungsi untuk irigasi pertanian, pusat budaya, hingga penopang ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, Merta Jiwa yang duduk di Komite IV Bidang Anggaran DPD RI menyatakan siap memperjuangkan alokasi dana pusat untuk penataan sungai di Bali, termasuk di Karangasem. Menurutnya, hal ini penting agar program normalisasi dan penguatan saluran sungai bisa segera terealisasi.
“Kami akan perjuangkan agar ada dana transfer dari pusat untuk penataan aliran sungai, sekaligus pelestarian budaya dan sistem subak kita. Ini harus menjadi prioritas, karena tanpa penataan serius, bencana seperti ini akan terus terulang,” tegasnya.
Tak hanya soal sungai, Merta Jiwa juga mengingatkan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan, terutama terkait persoalan sampah. Ia menekankan bahwa penanganan sampah harus dimulai dari diri sendiri agar tidak memperparah bencana alam.
“Permasalahan sampah bukan hanya urusan pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Mari mulai dari lingkungan kita masing-masing, sehingga bencana tidak lagi datang karena ulah kita sendiri,” pungkasnya.